Search

Berita Terbaru

Warga Desa Petir Nikmati Jalan Baru

BANJARNEGARA - Warga Dusun Kayubima, Desa Petir, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara kini merasa lega, pasalnya jalan Desa yang di...

Update Berita

Thursday, August 13, 2020

Dropping Air Bersih BPBD Banjarnegara

BANJARNEGARA:  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, tengah melakukan upaya persiapan menghadapi musim kemarau. Pihak BPBD telah menyiapkan sedikitnya 1.680 tangki air bersih atau setara 85.000 liter.

Menurut kepala BPBD Aris Sudaryanto, S.Pd., M.M., Pihak desa punya peranan penting dan tanggung jawab mendistribusikan air bersih kepada warganya. Dijelaskan Aris, dropping air bersih berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni dengan dropping air ke tempat penampungan air desa, sehingga pihak desa yang bertanggung jawab mendistribusikan ke warganya.

Diharapkan dengan sistem ini maka intensitas dropping air oleh BPBD akan lebih banyak. Seperti kita ketahui desa "langganan" kekeringan di beberapa desa pegunungan selatan Banjarnegara seperti di kecamatan Bawang, yakni desa Wanadri, dan sekitarnya dan di Kecamatan Purwanegara yakni desa Kaliajir, Kalitengah, Merden, Petir dan sekitarnya menjadi langganan kekeringan setiap tahun.

Ditambahkan Aris, ada 12 Desa yang menjadi skala prioritas yang tersebar di berbagai kecamatan, seperti Bawang, Purwanegara, Susukan dan Mandiraja. (kris,kaenews.com)

Berkat Jamur Tiram, Nur Cholis Sandang Gelar Sarjana

BANJARNEGARA: Tak ada alasan bagi Nur Kholis untuk tidak berkuliah. Warga desa Karanganyar, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara ini, bisa menyelesaikan kuliahnya meski harus fokus mengelola usaha yang dirintisnya sejak 2016 silam.

Nur Kholis, pemuda gigih yang menjadi pengusaha Jamur Tiram ini tetap semangat melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan berbekal usaha, kepada kaenews.com ia sampaikan bahwa semua biaya serta kebutuhan kuliah didapatnya dari usaha mengelola budidaya Jamur Tiram.

Meski pada tahun 2017 usahanya sempat berhenti karena adanya serangan hama penyakit dan berdampak pada mundurnya masa studi perkuliahan hingga dua semester, namun diakuinya budidaya Jamur Tiram yang ia kelola mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada dirinya. Dari usaha tersebut ia belajar berkomitmen, tekun, sabar, dan semangat yang tinggi.

Nur Kholis kini telah menyandang gelar Sarjana Manajemen berkat ketekunannya membudidayakan Jamur Tiram. Ia meraih gelar tersebut di STIE Tamansiswa Banjarnegara pada tahun 2019.

Nur Kholis yang pernah gagal menekuni usahanya namun terus belajar dan tekun membudidayakan Jamur Tiram, akhirnya kini mampu menikmati hasil jerih payah selama ini. Setelah menyandang gelar Sarjana, Nur Kholis bisa menerapkan ilmunya di bidang ekonomi, sehingga manajemen usahanya lebih tertata serta dikelola dengan baik sehingga mampu meningkatkan taraf hidupnya. (kaenews.com)